headline photo

Pengembangan Profesionalisme Guru Agama Islam Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Ketanggung Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi

Thursday, August 02, 2012

Sampai saat ini pendidikan Islam yang diselenggarakan oleh madrasah sering dipandang sebagai pendidikan ?kelas dua?, maka pengelola madrasah dituntut lebih peduli dalam meningkatkan profesionalitas, mutu madrasah, dan mutu pendidikan secara terus menerus agar madrasah dapat memberikan andil dalam peran pendidikan Islam di era globalisasi abad ke- 21 ini. Untuk terciptanya madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berprestasi, tentunya melibatkan beberapa komponen pendidikan sebagai suatu sistem yang saling berkaitan, antara lain : komponen kurikulum, guru, metode, sarana prasarana, dan evaluasi.

Dari sekian komponen pendidikan tersebut, guru adalah komponen pendidikan yang memiliki peranan yang paling strategis dan terpenting, sebab gurulah sebetulnya ?pemain? yang paling menentukan di dalam terjadinya proses belajar mengajar. Adanya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perubahan cara pandang dan pola hidup masyarakat di abad modern ini menyebabkan medan tugas guru agama Islam semakin terasa berat, tentunya sangat membutuhkan sumber daya guru agama Islam yang berkualitas tinggi dan yang mempunyai sikap profesional dalam pekerjaannya sebagai pendidik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi profesionalisme guru agama Islam, strategi dan upaya pengembangan profesionalisme guru agama Islam, respon guru agama Islam, serta faktor-faktor yang menghambat proses pengembangan profesionalisme guru agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri Ketanggung Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi. Lokasi penelitian ini dilakukan pada MTs Negeri Ketanggung Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi, adapun yang digunakan sebagai sumber pelaku informan adalah : kepala madrasah, guru-guru agama Islam, PKM Kurikulum, Kepala TU, Karyawan, serta siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data mempergunakan teknik wawancara mendalam dan pengamatan peran serta sebagi teknik pengumpulan data utama, serta dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data pelengkap. Dari data yang diperoleh dalam penelitian kemudian dianalisa dan di tafsirkan. Dari hasil penelitian dan analisa data, dapat disimpulkan :

1). Kondisi profesionalisme guru agama Islam di MTs Negeri Ketanggung Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi sudah cukup baik, hal ini ditandai adanya latar belakang pendidikan guru agama Islam yang rata-rata sudah Sarjana S1, mempunyai komitmen dan dedikasi yang tinggi, mengajar bidang studi yang sesuai dengan bidang keahliannya, adanya pemberian kewenangan yang besar dari madrasah kepada guru agama Islam untuk mengelola dan mengendalikan proses pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar, serta guru agama Islam ikut aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler di madrasah, seperti : BTQ, Hadrah, Muqadharah, dan kegiatan dalam PHBI yang lain.

2). Strategi dan upaya-upaya pengembangan profesionalisme guru agama Islam di MTs Negeri Ketanggung Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi antara lain melalui : Pembinaan dan supervisi terhadap guru agama Islam, meningkatkan kesejahteraan guru agama Islam, mengirimkan guru agama Islam pada kegiatan-kegiatan ilmiah, mengaktifkan guru agama Islam pada MGMP, memotivasi guru agama Islam untuk belajar (sekolah).

3). Respon guru agama Islam terhadap pengembangan profesionalisme guru agama Islam di MTs Negeri Ketanggung Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi dapat dibagi menjadi dua, yaitu respon positif dan respon negatif. Respon positif merupakan jawaban, tanggapan, reaksi, atau pun tindakan-tindakan guru agama Islam yang mendukung, ikut berpartisipasi, mau bekerjasama, serta melaksanakan dengan tindakan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh madrasah. Hal ini terlihat dengan adanya tindakan-tindakan guru agama Islam, diantaranya : adanya upaya guru agama Islam menguasai dan mengembangkan materi, menggunakan metode mengajar yang bervariasi, upaya guru agama Islam untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ?belajar lagi?, adanya upaya guru menumbuhkan kepribadian dan ketrampilan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Sedangkan respon negatif merupakan jawaban, reaksi, tindakantindakan guru agama Islam yang tidak mau bekerjasama atau menolak terhadap pengembangan profesionalisme guru agama Islam. Hal ini dapat dilihat dengan adanya sebagian kecil guru agama Islam yang tidak mau membuat program pembelajaran, tidak mau mengisi jurnal mengajar, tidak masuk kerja (mengajar) tanpa surat keterangan (ijin), datang ke madrasah sering terlambat, kurang gemar membaca buku, tidak mau berangkat ketika diberi tugas mengikuti seminar atau pelatihan, dan rendah moral (etos) kerjanya.

4). Faktor-faktor yang menghambat proses pengembangan profesionalisme guru agama Islam di MTs Negeri Ketanggung Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi dibagi menjadi dua, yaitu, pertama : faktor penghambat dari madrasah, antara lain : faktor minimnya fasilitas dan sarana prasarana, faktor lemahnya finansial (keuangan), dan faktor lemahnya supervisi. Kedua : faktor penghambat dari guru agama Islam, antara lain : kreatifitas guru agama Islam yang lemah, dan moral (etos) kerja guru agama Islam yang rendah.
http://digilib.umm.ac.id/files/disk1/233/jiptummpp-gdl-s2-2008-arifsulist-11606-Pendahul-n.pdf

0 comments:

Post a Comment